Tuesday, January 26, 2016

Koleksi Dinner Ware Jutaan Rupiah Sebastian Gunawan


Jika biasanya Seba mendesain adibusana, kini ia bekerjasama mendesain perlengkapan makan mewah.

Money.id - Tidak seperti biasa merancang karya adibusana, Desainer Sebastian Gunawan meluncurkan dua koleksi dinner ware (perlengkapan makan) eksklusif bekerja sama dengan salah satu industri keramik ternama, St. James. Sebastian Gunawan atau biasa dikenal dengan SeBa mendesain dinner ware untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2016.

Monday, January 25, 2016

Galeries Lafayette - Fashiontastic Lunar New Year

 
The place that you always want to visit for your Chinese New Year shopping destination has returned  to bring extraordinary style, decoration and sophistication for this prosperous new year. Galeries Lafayette promises to to deliver an exciting and memorable shopping period as the Chinese New Year is welcomed with a series of fantastic offerings. The Spirit of The Year of the Monkey takes Galeries Lafayette to an exciting new collection of their stylish brands.

This year, Galeries Lafayette presents an artsy chinoiserie design and decoration for the Chinese New Year. Escape the city rush by welcoming the New Year surrounded by the elegant and sweet  red-blue decorations inside the store.  Galeries Lafayette also offers you a one-of-a-kind shopping experience with a variety of Chinese New Year programs. Discover exclusive spring collections, tasty cakes and hampers and invaluable festive inspiration for this new year.

Sunday, January 17, 2016

Mengenal Sosok Desainer Sebastian Gunawan

Bagi pencinta fashion tanah air, siapa yang tak kenal high-fashion designer, Sebastian Gunawan atau Seba (sapaan akrabnya). Suami Cristina Panarese ini juga dikenal sebagai Asian Couturier Extraordinaire oleh Asian Couture Federation. Sebastian yang lahir di Jakarta, 2 Juli 1967 mempelajari seni fashion di sekolah mode Susan Budiardjo sebelum pindah ke Los Angeles, Amerika Serikat.

Merasa ingin terus meningkatkan pengetahuannya di bidang fashion, ia kemudian pindah ke Instituto Artistico Dell Abbigliamento Marangoni di Milan, Italia. Sepulangnya dari kota adibusana, Milan, ia mendirikan rumah modenya sendiri dan meluncurkan koleksi pertamanya bernama, “Sebastian Gunawan”, di tahun 1993.

Ayah satu anak ini juga dikenal lewat hasil sketsanya yang sudah sering dibuatnya sejak duduk di bangku sekolah menengah. Bisa dibilang, talenta inilah yang membuatnya tertarik untuk fokus di bidang fashion. Selama kariernya, Sebastian Gunawan sering menggunakan beads, crystals, sequins, dan batu mulia di setiap koleksi gaun malamnya. Kini, desainer yang telah bergabung ke dalam Indonesian Fashion Designers Association ini tak berhenti memberikan kontribusinya pada industri fashion tanah air.

Tuesday, December 15, 2015

A Midsummer Night’s Dream Antar Langkah Seba Mendunia

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Pasangan desainer Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese memamerkan 80 busana baru koleksi dari first line, atau rancangan lini utama.

Bagi Seba, panggilan akrab Sebastian Gunawan, dan Cristina, peragaan busana itu merupakan penutup aktivitas kreativitas pada tahun 2015, setelah sebelumnya, tepatnya 5 Oktober lalu, keduanya membuai pencinta mode Ibukota lewat persembahan koleksi terbaru dari lini Sebastian Red yang mengusung tema “A Lady’s Portrait”.

Kali ini, dengan luapan energi yang diakui Seba sama dengan peragaan busana sebelumnya, ia dan Cristina mengajak pencinta mode meresapi konsep koleksi barunya yang mengusung tema “A Midsummer Night’s Dream”. Keduanya mengajak masuk pencinta mode ke suasana hutan dan peri-peri dari romansa karya pujangga Inggris William Shakespeare, yang menjadi sumber imajinasi. Suasana itu terasa sejak memasuki ruang peragaan busana di Ciputra Artpreneur Gallery, Jakarta, 19 November lalu, yang “disulap” penata panggung Soeryanto bak hutan temaram.