Showing posts with label Cheongsam. Show all posts
Showing posts with label Cheongsam. Show all posts

Thursday, April 2, 2015

Kala Cheongsam Sebastian Gunawan Menari dengan Bulan [2]

Permainan detail
Sama seperti ciri khasnya, Seba selalu menghadirkan detail-detail di setiap busananya. Permainan detail ini terlihat dengan adanya bis (pinggiran jahitan), sentuhan embroidery, manik-manik, kancing cheongsam oversized, tambahan bulu-bulu, sampai kain-kain yang jahit menyerupai bunga-bunga. Namun nyatanya ada beberapa busana yang memiliki detail manik dan bahan yang membuat pemakainya jadi kurang nyaman akibat sulit berjalan.

Tak ketinggalan, Seba juga menghadirkan kilau kristal swarovski untuk membuat busananya jadi makin memesona.

"Dikombinasikan juga dengan chinese tassel, jadi ketika dia jalan ada playfulnya, feminin. Jadi it's part of everything woman, that they can play their look," ujarnya.

Kala Cheongsam Sebastian Gunawan Menari dengan Bulan [1]

Busana karya Sebastian Gunawan (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) 

Desainer Indonesia, Sebastian Gunawan memberikan sebuah alternatif baru ketika berbusana cheongsam. Seba, begitu ia disapa tak cuma menginterpretasikan kembali busana cheongsam masa kini yang kaya detail, tapi juga memberi sentuhan kemewahan dan suasana festival ke dalamnya.

Seba mengatakan, selain sebagai sebuah perayaan yang membawa makna kebahagiaan, bulan seolah tengah menari mengikuti pergantian musim. Hal inilah yang membuatnya memilih Moon Dance sebagai bagian eksplorasi busana bernuansa oriental dari rancangannya. Inspirasinya diterjemahkan dalam siluet busana yang klasik, mewah, modern dan playful.

Tuesday, March 3, 2015

Interpretasi Busana Oriental Modern Karya Sebastian Gunawan

Sang perancang menghadirkan terobosan konstruksi pada baju cheongsam tanpa menghilangkan identitas dari kerah Cina. 
 
Lampion-lampion putih bersinar keemasan menjadi latar perhelatan Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese di Hotel Mulia, Jakarta. Bertajuk Moon Dance, pasangan perancang ini tak hanya menginterpretasikan kembali gaun cheongsam menjadi busana masa kini, tetapi ia juga memberikan kemewahan baru dan suasana festival ke dalam gaun-gaun rancangannya. 

Barisan koleksi yang dihadirkan sangat kaya rupa. Mulai dari eksplorasi material hingga ragam siluet feminin serta potongan boxy. Dengan jeli sang perancang meninggikan kerah, atau menurunkan garis bahu namun masih tetap mengedepankan ciri khas baju cheongsam yaitu kerah Cina. Suasana festival menjadi terasa meriah dengan palet warna-warna yang memanjakan mata. Hijau limau, lavender, merah, oranye menjadi dominasi warna yang membuka peragaan, menyusul kemudian koleksi busana monokromatis, hitam dan putih, lalu peragaan ditutup dengan busana-busana dalam warna keperakan dan keemasan. Pilihan busana yang cocok dikenakan untuk merayakan tahun baru Cina yang segera menjelang. (YK)

Tuesday, February 17, 2015

Pilihan Gaya Cheongsam dari Sebastian Gunawan dan Alleira


Seperti halnya Kimono dari Jepang, busana tradisional (saya lebih suka menyebut nasional) China atau Cheongsam ini mempunyai kekuatan struktur tak lekang oleh zaman yang menjadi salah satu identitas paling dikenal sebagai budaya timur/oriental. Ciri khas potongan kerah tinggi, bentuk kancing dan motif oriental adalah tiga hal yang langsung dapat diidentikkan dengan busana ini. Cheongsam pun telah mendunia dan bukan saja menjadi milik orang (keturunan) Tiongkok. Inspirasi Cheongsam telah dipakai sejak dahulu oleh banyak desainer di panggung fashion dunia.

Menjelang tahun baru China, dunia fashion Indonesia pun selalu merayakannya dengan kreasi Cheongsam terkini. Dua nama yang menggelar fashion show tunggal menyambut Imlek baru-baru ini adalah Sebastian Gunawan dan Alleira.

Fashion Show Karya Sebastian Gunawan


Desainer muda Sebastian Gunawan seusai menampilkan koleksi-koleksi busana Imlek karyanya dengan tema 'Le Jardin Chinois' di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2014). Lebih dari 50 koleksi Le Jardin Chinois yang merupakan paparan ragam Cheongsam dalam palet warna modern yang menampilkan berbagai makna. (Tribunnews/Jeprima)

Saturday, February 14, 2015

Sebastian Gunawan | A Joyful Chinese New Year Collection

Colorful and playful designs dominated the Chinese New Year collection by renowned designer Sebastian Gunawan, bringing a festive mood to his otherwise classy style. 

In his fashion show, titled “Moon Dance”, Sebastian translated the characteristics of the moon for the runway, showcasing 68 designs that explored the possibilities of the Chinese cheongsam neckline.

The show, which was held at Hotel Mulia in Senayan, South Jakarta, was divided into three parts. Sebastian opened the show with items produced in colorful, feminine silhouettes.

Wednesday, February 4, 2015

Moon Dance by Sebastian Gunawan

Moon Dance by Sebastian Gunawan
Fotografi: Arselan Ganin/Tim Muara Bagdja

Koleksi Sebastian Gunawan Menyambut Imlek 2015

Lampion lampion bersinar kemerahan membuka show Sebastian Gunawan yang bertajuk Moon Dance dengan atmosfer yang penuh sensualitas. Aura yang seakan menyerbak membuat beberapa tamu luluh dalam karya gaun cheongsam yang diberikan sentuhan kaya seni oleh Seba dan Cristina Panarese. Ya! Pasangan perancang ini tetap konsisten dalam menyajikan sebuah tradisi leluhur yang dibalut elegansi.

Sorotan lampu yang dibuat temaram seperti cahaya bulan, membuat para model “menari” dalam busana ramping yang menunjukan siluet dan detail yang kaya. “Selain sebagai perayaan yang membawa makna kebahagian, bulan seolah tengah menari mengikuti pergantian musim dan membuat saya memilih tajuk Moon Dance (Yue Liang Wu) untuk menggubah eksplorasi busana rancangan saya yang bernuansa oriental ini,” ujar Seba mengenai inspirasi akan rancangannya.

Moon Dance, Sentuhan Eropa di Rancangan Oriental Sebastian Gunawan

Liputan6.com, Jakarta Lampion-lampion putih besar di sana bagai sekumpulan bulan. Merah, biru, hijau, bulan-bulan itu bergonta-ganti warna sesuai dengan tembakan cahaya lampu sorot. Bagai merayakan kecantikan rembulan, cheongsam rupa bentuk dan corak menawan dikenakan para tamu. Kala musik terdengar perhatian pengunjung, di antaranya berasal dari Asian Couture Federation, terarah ke ujung catwalk menanti rancangan desainer Sebastian Gunawan muncul dari semak-semak lampu bola oriental, Selasa (3/2/2015).

“Moon Dance”, Cheongsam Aristokrat dari Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese

Dengan demografi client Seba dan Cristina Panarese yang tidak sedikit merayakan Imlek, tidak heran fashion show jelang Imlek selalu jadi hal yang dinantikan. Sebagai fashion designer papan atas Indonesia, gaun Seba adalah standar kelas sosial. Dan bisa menyambut Imlek mengenakan gaun buatan Seba dan Cristina Panarese hanya membuat perayaan Imlek semakin glamor. Dan tidak ada yang salah dengan itu.

Seba dan Cristina bermain dengan banyak inspirasi dalam koleksi yang dipaparkan di Hotel Mulia Senayan, semalam itu. Gaun-gaun perempuan muda kaya dari abad ke-18 dinasti Qing dibuat menjadi chic (dibuat sebagai terusan pendek dengan siluet baby doll – misalnya), dan cukup mendominasi gaun-gaun awal. Tapi tidak menjadi cetak biru untuk gaun-gaun berikutnya.

Inspirasi Bulan dalam Busana Imlek Sebastian Gunawan

Sebastian Gunawan dan Christina Panarese (Foto: dok. Arselan Ganin | Tim Muara Bagdja) 

PASANGAN desainer Sebastian Gunawan dan Christina Panarese menampilkan koleksi busana terbaru untuk koleksi Tahun Baru Imlek. Mengangkat tema “Moon Dance (Yue Liang Wu)”, Sebastian dan Christina menghadirkan 68 set busana bernuansa oriental dengan pola rancangan yang begitu khas dengan trademark duo desainer ini, ditambah dua busana pengantin dari lini SebastianSposa.

Sebastian menginterpretasikan kembali busana cheongsam yang identik dengan budaya Tionghoa, serta sentuhan kemewahan dan suasana festival.

Cheongsam Ala Sebastian Gunawan

Model memperagakan busana karya Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese dalam peragaan busana bertajuk Moon Dance di Jakarta, Selasa (3/2/2015). (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

"Busananya sangat loose dan sangat kimono cut.“

VIVA.co.id - Lunar New Year, atau Tahun Baru Imlek menjadi selebrasi penting bagi masyarakat Tionghoa. Selain menjadi penanda pergantian musim, Tahun Baru Imlek selalu jatuh di tanggal yang berbeda dalam almanak Masehi, mengikuti perputaran bulan dalam perhitungan kalender China.

Menyambut Tahun Baru Imlek yang akan tiba pada 19 Februari 2015 mendatang, Sebastian Gunawan dan sang istri, Cristina Panarese memamerkan koleksi busana terbaru di peragaan busana bertajukMoon Dance.

Total ada 70 koleksi busana yang dibagi menjadi lima bagian. Seluruh busana, diakui Sebastian, terinspirasi dari kemeriahan perayaan Tahun Baru Imlek. Uniknya, busana-busana rancangannya justru ke luar dari pakem cheongsam, busana khas negeri China yang berkerah tinggi, pas badan dengan belahan yang tinggi.

Thursday, January 29, 2015

Pilihan Busana Cantik Chinese New Year di Galeries Lafayette

Liputan6.com, Jakarta Rasanya tak akan ada celah untuk tak berhasrat membawa pulang salah satu (atau beberapa) rancangan desainer spesial Chinese New Year yang Anda temui di department store eksklusif asal Prancis yang ada di Jakarta, Galeries Lafayette. Setidaknya adalah koleksi dari 3 desainer yang ditampilkan di trunk show `Fashiontastic Lunar New Year` pada Rabu sore, 28 Januari 2015.

Sunday, January 25, 2015

Penjelajahan Cheongsam Sebastian Gunawan

Tafsir indah kecantikan budaya dalam koleksi modern oriental

Ukir Bunga | Motif terhangat musim ini datang dalam bentuk Peoni, Hibiscus dan mekar bunga Matahari. Bordir indah yang mengangkat sisi feminin dalam lekuk busana lekat badan.

Saturday, November 15, 2014

Cheongsam Dari Tangan Sebastian Gunawan

Sebastian Gunawan dan Christina Panarese kembali menggelar peragaan busana untuk menyambut tahun baru Imlek, awal Februari lalu di Hotel Mulia, Jakarta. Perayaan menyambut tahun baru Imlek atau yang juga disebut Lunar New Year merupakan perayaan penting bagi masyarakat Tonghoa. Kali ini dalam peragaan busananya yang bertema Moon Dance Sebastian mengintepretasikan kembali gaun Cheongsam menjadi beragam busana masa kini yang kaya siluet dan detail, juga memberi kemewahan baru dan suasana festival.

Setelah melalui proses pemilihan yang teliti dan selektif, Sebastian mengeksplorasi bahan yang pada akhirnya menampilkan busana cheongsam dengan kerah tinggi, menampilkan siluet boxy pada terusan maupun blus, atau menurunkan garis bahu. Beberapa busana ditampilkan sebagai sebuah gaun, terusan pendek berpotongan leluasa dengan detail bordir di bagian dada, gaun ketat yang seksi, gaun panjang dengan sisipan Chinese tassel di antara garis belahan rok yang tinggi, atau celana terusan. 

Lace, brokat, pique, damask, mikado, dan jacquard berhasil dipadankan dengan apik. Menampilkan 68 gaun bergaris feminin menjadi meriah dengan palet hijau limau, lavender, merah, oranye, menyusul koleksi busana monokromatis dan busana warna keemasan, dan keperakan.

Berikut adalah sebagain busana koleksi Sebastian Gunawan yang diperagakan:



Sunday, June 8, 2014

Karya Terbaru Sebastian Gunawan


Musisi jazz dan penari lincah yang berdansa swing, berlatar pesta glamor kota Shanghai, adalah visualisasi yang menghampiri inspirasi Sebastian Gunawan kala mendesain sederet gaun cheongsam cantik. Gaun cheongsam kreasinya tak lagi konvensional namun, muncul dalam siluet rok tulip, berlapis draperi dan origami, dan tentu saja komposisi payet bak rasi bintang yang rumit khas Seba. Menjadi fokus ensensial show adalah keragaman materi yang melebur harmonis antara renda, bordir, dan bulu.

Wednesday, March 26, 2014

Sneak Peek: Dominique dan Gaun Rancangan Sebastian Gunawan

Senangnya, kolaborasi SK-II dengan Sebastian Gunawan akhirnya bisa disaksikan sebentar lagi.  Untuk merayakan 10 tahun SK-II di Indonesia, brand asal Jepang ini memang ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk para customer setianya dengan menggelar fashion show menggandeng desainer papan atas Indonesia, Sebastian Gunawan.  Fashion show ini akan diadakan tanggal 27 Maret 2014, yang berarti besok! Tim Female Daily mendapat kesempatan untuk datang ke studio Sebastian Gunawan untuk mengintip persiapannya.  Dominique Diyose, atau yang akrab dipanggil Domi juga hadir untuk melakukan fitting dengan mencoba beberapa gaun.

Tuesday, March 25, 2014

SK-II and Sebastian Gunawan's Crystal Clear Collaboration


The New Era of Crystal Clear Beauty menjadi tagline yang menandai perayaan 10 tahun eksistensi SK-II di Indonesia untuk mempercantik kulit wanita Indonesia. SK-II menjadi bagian penting dari perubahan kecantikan kulit wajah wanita Indonesia hingga menjadi tampak sebening kristal, sebuah janji yang telah dibuktikan melalui produk-produk perawatan wajah selama 10 tahun kehadirannya di Indonesia. The new era of crystal clear beauty juga berarti sebuah era baru bagi SK-II memasuki dekade berikutnya, untuk tetap berkomitmen mewujudkan kulit wajah secantik dan tampak sebening kristal.

Rangkaian kegiatan untuk mengawali era baru ini telah disuguhkan oleh SK-II, melalui perjalanan menemukan inspirasi di Jepang, yang telah dilakukan oleh Brand Ambassador SK-II bersama desainer ternama Indonesia Sebastian Gunawan. Sebuah perjalanan menelusuri culture, heritage dan science yang mengarah pada penemuan bahan alami Pitera, yang ada di setiap produk SK-II. Seluruh pengalaman dalam perjalanan ini menginspirasi Sebastian Gunawan untuk merancang sebuah koleksi khusus menyambut new era of crystal clear beauty ini. 

Wednesday, January 22, 2014

Le Jardin Chinois by Sebastian Gunawan


Welcoming Chinese New Year, famous Indonesia designer Sebastian Gunawan (Seba) introducing at least 50 clothing collection titled Le Jardin Chinois, which means "Beauty Flower Park" at Hotel Mulia Senayan Jakarta, Friday (01/17/14) night.

For this collection, Seba inspired by the life of European nobility in the Rococo era, where Louis XV was very fond of Chinese culture that has high artistic value. "Le Jardin Chinois" a wide exposure to the cheongsam in a modern color palette, featuring a variety of meanings.

Sunday, June 30, 2013

Metamorfosis Busana Tradisional Perempuan Tiongkok di Tangan Sebastian Gunawan


Tribunnews/Jeprima|Model memperagakan busana koleksi Sebastian Gunawan dalam peragaan busana bertajuk Moon Dance, di Hotel Mulia, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2015) malam. Sebanyak 70 gaun karya Sebastian Gunawan diperagakan pada fashion show kali ini, yaitu 68 gaun dalam rangka menyambut Imlek dan dua lainnya merupakan gaun pengantin. (Tribunnews/Jeprima) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagai kebaya yang kini muncul dalam sentuhan baru, begitu pula cheongsam. Busana tradisional perempuan Tiongkok itu ikut bertransformasi mengikuti perkembangan tren mode.

Inilah yang dihadirkan desainer papan atas Tanah Air Sebastian Gunawan di peragaan busana tunggalnya untuk koleksi imlek di Hotel Mulia, Selasa (3/2/2015) malam. Peragaan kali ini diberi tajuk "Moon Dance" (Yu Liang Wu).

Monday, April 29, 2013

Interpretasi Keberagaman Warna di Jalur Sutra oleh Sebastian Gunawan

“La Route De La Soie” oleh Sebastian Gunawan. Model: Drina Ciputra

Jalur Sutra atau yang dalam bahasa Prancis dapat diartikan sebagai “La Route De La Soie”, menjadi tajuk sekaligus inspirasi utama Seba pada peragaan busananya Jum’at sore (25/01). Menghubungkan lalu lintas perdagangan darat antara Asia danEropa, Seba seolah melakukan napak tilas Jalur Sutra dan melakukan eksplorasi di empat titik perhentian Jalur Sutra. Empat titik yang lantas diwujudkan pada empat sekuens peragaan busana “La Route De La Soie” yang menampilkan total 75 busana teranyar Seba untuk koleksi Imlek di tahun 2013 ini.