Showing posts with label Couture. Show all posts
Showing posts with label Couture. Show all posts

Monday, February 8, 2016

Unearthing 'Treasure from the East'


Models showcase the latest creations by renowned designer Sebastian Gunawan in Jakarta to welcome the Chinese New Year. (Dimar Budi Adiprasetya, The Jakarta Post/Asia News Network)

Themed "Treasure from the East," designer Sebastian Gunawan, better known as Seba, presented 63 outfits to serve as an inspiration for the Chinese New Year.

While the festivity is associated with red and gold symbolizing luck and wealth, Seba chose to showcase other elements and colors that could also represent Chinese culture.

Friday, February 5, 2016

Busana Cheongsam Besutan Desainer Lokal


Perayaan Tahun Baru Imlek akan segera berlangsung. Anda yang merayakannya, pasti tak ingin melewatkan momen meriah yang hanya berlangsung satu tahun sekali itu.

Berbagai macam perlengkapan pun telah dipersiapkan mulai busana, makanan, hingga pesta. Gaya busana cheongsam berwarna merah dan emas menjadi ciri khas di tiap perayaan Imlek. Untuk menyambut tahun Monyet Emas kali ini, sejumlah desainer dan label lokal menyuguhkan koleksi cheongsam yang didesain apik.

Thursday, November 26, 2015

Review: "A Midsummer Night's Dream" by Sebastian Gunawan

Lihat koleksi terbaru Sebastian Gunawan yang menampilkan narasi “A Midsummer Night’s Dream” milik Shakespeare dengan sentuhan kerumitan yang indah.

Designer couple, Sebastian Gunawan & Cristina Panarese were after something new for couture this season. Walau sosok Marie Antoinette kembali lagi mereka garap, namunfashion show yang dihelat di Ciputra Artpreneur Gallery pada 19 November 2015 ini merupakan momen penting bagi rumah mode Sebastian Gunawan. Malam itu Sebastian Gunawan yang menerima penghargaan “Best Couture house in Indonesia” dari Asian Couture Federation, menampilkan narasi “A Midsummer Night’s Dream” milik Shakespeare dengan sentuhan kerumitan yang indah. Kekuatan perempuan yang dibalut dengan sisi glamoritas diwujudkan lewat peragaan gaun-gaun cocktail hingga gaun malam yang megah. Set lokasi yang dihiasi oleh bunga-bunga mungkin sepintas mengingatkan pada show Dior Spring 2016, tapi hutan belantara kreasi Sebastian Gunawan sungguh memikat. Semakin menelusurinya, semakin tersesat ke dalam, saya menemukan keindahan yang penuh misteri. Bahkan Bryan Boy yang duduk di barisan depan pun ikut tersihir.


Admittedly, benang merah Marie Antoinette memang banyak mempengaruhi karya-karya Sebastian Gunawan belakangan ini. Esensi dari koleksi kali ini pun rasanya masih sebelas dua belas dengan koleksi “A Lady’s Portrait” dari Sebastian Red & Sebastian Sposa. Tapi untuk yang ini, Sebastian Gunawan berhasil mengintepretasikannya jauh lebih artistik. Gaun-gaun berdetail lipat, kekayaan tekstil dan tekstur yang dihasilkan dari ketrampilan tangan tampak begitu presisi. They’re imagination decides everything. Mulai dari tampilan warna yang menggambarkan cahaya pagi, diwakili dengan warna putih, kuning dan perak kebiruan. Menyongsong sore lewat warna hijau keemasan dan pink keperakan. Dan nuansa hitam keunguan menjadi visual malam hari yang mewah.

Tuesday, November 24, 2015

Sebastian Gunawan - A Midsummer Night's Dream

Daya kretivitas Sebastian Gunawan (Seba) sungguh tak pernah surut. Selalu saja ada gelegak inspirasi yang mampu diwujudkannya menjadi bentuk busana yang indah. Seperti pada 19 November 2015 lalu di Ciputra Artpreneur Galerry, Jakarta. Hari itu Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese seperti menyihir mata para penikmat mode, tatkala melihat 80 busana terbarunya.

Koleksi busana dari lini utama Sebastian Gunawan ini mengalir dengan elok di atas panggung peragaan. Konon, deretan busana yang memikat itu terinspirasi dari drama berjudul A Midsummer Night’s Dream karya William Shakespeare. Buncahan rasa, serta geliat romansa yang ada di dalam karya klasik itu, diterjemahkan Seba pada setiap busananya. Mulai dari gaun-gaun cocktail hingga gaun malam, semuanya memancarkan aura kemewahan yang mampu memberi citra elegan bagi setiap wanita yang mengenakannya.

Monday, November 23, 2015

A Midsummer Night’s Dream Sebastian Gunawan: Dramatisasi Drama

Cerita klasik karya Shakespare menjadi sumber inspirasi koleksi couture Sebastian Gunawan kali ini.

A Midsummer Night’s Dream merupakan sebuah cerita sandiwara komedi klasik yang ditulis William Shakespare sekitar tahun 1590-an. Kisah ini adalah roman percintaan manusia yang melibatkan dunia peri dengan unsur komedi. Terinspirasi oleh itu, Sebastian Gunawan membawa kita ke dalam sebuah panggung yang ditata menyerupai hutan cantik tempat tinggal para peri, khusus untuk menampilkan 80 koleksi busana couture rancangannya.

Sebastian Gunawan "A Midsummer Night's Dream"


Just a few days ago, Asian Couture Federation's Elite / Extraordinaire Designer and Best Indonesian Couturier,Sebastian Gunawan just showcased their latest couture collection "A Midsummer Night's Dream" at Ciputra Artpreneur and in case you've missed the wonderful show, yours truly is here to share some pictures of the beautiful pieces that I managed to capture, enjoy :)

Kindly pay attention to details, textures and silhouette; the dynamic duo Sebastian Gunawan himself and his beloved wife Cristina Panarese always know how to captivate the audience and left them breathless, they know how to make dreams into reality, they create real life fairytale. As I said before, words can't even describe how amazing the collection is and even amazing would be an understatement right now. See for yourself and get ready to be amazed :)

Tuesday, November 17, 2015

Curated.Works: Asian Couture Dreams – Sebastian Gunawan by Decue Wu

Decue-Wu-Sebastian-Gunawan
Courtesy of Decue Wu
For this month and December, I am doing a special collaboration with the Asian Couture Federation If you have not heard of the organization, here is some information for you:
“The Asian Couture Federation is a self-financed, not-for-profit company limited by guarantee governed by its mission, organisational charter, and bylaws. The ACF is the first organization in Asia to recognize, support and promote Asian Couturiers who have exhibited the highest levels of artistry in fashion design. Additionally, the ACF supports talented emerging designers region-wide.”

Monday, May 25, 2015

Konser Pemeran Utama Raisa | Cukup Satu Baju, Tapi Raisa Seperti Berganti Kostum di Konsernya


Warta Kota/Junianto Hamonangan
Penyanyi Raisa menggelar konser tunggal di Istora Senayan, Minggu (24/5/2015). Konser itu merupakan bagian dari perayaan lima tahun perjalanan Raisa di industri musik Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selain lagu-lagu andalan, penampilan Raisa di konser tunggalnya bertajuk Pemeran Utama, Minggu (24/5/2015) malam itu sangat berbeda. 

Awal tampil ia seperti hanya mengenakan gaun putih polos. Menariknya gaun itu disorot dengan cahaya yang menggambarkan motif-motif tertentu seperti bunga dan lainnya. Tanpa perlu berganti kostum, Raisa pun terlihat berbeda setiap kali motif yang disorot berubah. Penampilannya semakin maksimal mana kala layar besar yang ada di belakangnya, juga mengikuti hal tersebut. 

Thursday, November 20, 2014

Saat Lukisan Diterjemahkan ke Busana Couture

Fashion Report

Saat Lukisan Diterjemahkan ke Busana Couture

By  | 
Photo by Sadikin Gani
Lihat Koleksi →
Kecintaannya pada  lukisan bunga karya Johan Laurentz Jensen pada abad 17, Sebastian Gunawan mengekspesikanya dalam bentuk busana couture.
Bazaar Fashion Festival 2014 ditutup dengan fashion show koleksi couture dari Sebastian Gunawan. Koleksi ini terinspirasi dari lukisan pelukis asal Denmark, Johan Laurentz Jensen. Pelukis pada abad ke-17 ini terkenal dengan lukisan bunga. Ciri khasnya, lukisan bunga yang kaya akan warna dengan background gelap untuk membuat warna bunga terasa dramatis. Hal ini yang menginspirasi Sebastian Gunawan. Lukisan yang merefleksikan pencampuran segala warna, segala rasa, diterjemahkan Sebastian ke dalam sebuah busana. Koleksi busana couture dengan tema Mélange de Sens. Artinya mencapurkan segala rasa atau pencampuran indra.
Presentasi koleksi memang spesial. Panggung ditata ulang untuk mendapatkan ambience. Lilin diletakkan di sepanjang panggung. Lantai panggung diberi sticker motif deck kayu menambah dramatis fahion show ini. Untuk dekorasi panggung Sebastian berkolaborasi dengan desainer interior Agam Riadi dan MOIE Furniture.
Detail Bunga Sebagai Elemen Utama
Fashion show dimulai dengan model mengenakan atasan jaket dengan teknik ruffles di bagian tangan. Busana berdetail silk embroidery dan emblishment batu ini dipadu dengan bawahan rok pencil skirt dengan detail yang sama. Dilanjutkan dengan model yang mengenakan halter strap dress berbahan jacquard dan tulle dengan detail potongan tulip.
Hadir juga mini dress berbahan lame dengan detail embroidery bunga. Deretan dress dengan potongan A-line, 1 shoulders, off-shoulder, duyung, dan ball gown berpadu apik dengan detail silk cord embroidery, spangle embroidery hingga emblishment batu.
Sederet busana berbahan jacquard, mikado silk, lace, lame, dan tule ditampilkan dengan detail berbentuk bunga. Detail warna – warna hijau, fuchsia, magenta, merah, hingga gold berpadu apik dengan warna gelap. Koleksi busana ini ditutup dengan busana ball gown hitam berdetail embroidery bunga yang dibuat bertumpuk. Penggunaan sarung tangan dan veil berbahan lace menambah kesan misterius pada koleksi ini.
Aksesoris berupa penutup kepala berbahan lame dengan detail emblishment batu merupakan hasil kerja sama Sebastian dengan desainer aksesoris Rinaldy A. Yunardi. Tidak hanya penutup kepala, para model pun di lengkapi dengan sarung tangan dan choker berbahan lace, sepatu ankle strap berwarna hitam dan gold menambah mewah busana yang dipakai para model.
Anggota Asian Couture Federation
Sebanyak 60 busana ditampilkan pada fashion show kali ini. Sebagian dari koleksi ini sudah pernah ditampilkan dalam pembukaan Telstra Pert Fashion Festival 2014. Sebastian Gunawan juga merupakan anggota dari Asian Couture Federation, sebuah lembaga non-profit yang bertujuan untuk menaungi dan mempromosikan para couturier yang berada di wilayah Asia.
Melihat koleksi couture Sebastian Gunawan kali ini seperti melihat percampuran dua budaya. Deretan gaun malam Eropa yang diberi sentuhan oriental ciri khas dari garis desain Sebastian Gunawan. Penggunaan motif bunga pada koleksi Sebastian bukan merupakan hal baru. Namun di balik itu semua Sebastian Gunawan merupakan desainer yang mengikuti pasar. Dengan kata lain apa yang ia buat akan selalu laku di pasaran.
Teks: Bayu Raditya Pratama / Foto: Sadikin Gani
- See more at: http://theactualstyle.com/saat-lukisan-diterjemahkan-ke-busana-couture/#sthash.x5VxvrcE.dpuf
Kecintaannya pada  lukisan bunga karya Johan Laurentz Jensen pada abad 17, Sebastian Gunawan mengekspesikanya dalam bentuk busana couture.
 
Bazaar Fashion Festival 2014 ditutup dengan fashion show koleksi couture dari Sebastian Gunawan. Koleksi ini terinspirasi dari lukisan pelukis asal Denmark, Johan Laurentz Jensen. Pelukis pada abad ke-17 ini terkenal dengan lukisan bunga. Ciri khasnya, lukisan bunga yang kaya akan warna dengan background gelap untuk membuat warna bunga terasa dramatis. Hal ini yang menginspirasi Sebastian Gunawan. Lukisan yang merefleksikan pencampuran segala warna, segala rasa, diterjemahkan Sebastian ke dalam sebuah busana. Koleksi busana couture dengan tema Mélange de Sens. Artinya mencapurkan segala rasa atau pencampuran indra.