Monday, May 25, 2015

Konser Tunggal, Bentuk Arti Menunggu dari Raisa


Jakarta, CNN Indonesia -- Raisa menutup konser perdananya di Istora Senayan, Minggu malam (24/5), dengan penuh arti bagi lima ribu YouRaisa, penggemarnya. Secara manis Raisa menutup dengan lagu pamungkas, Apalah Arti Menunggu.

Dengan baju putih berjubah dan celana hitam karya Sebastian Gunawan, Raisa berhasil membuat para penonton memberikan apresiasi atas konser perdananya yang berani ini.

Raisa mengadakan konser tunggal dalam rentang yang terbilang singkat untuk ukuran penyanyi profesional. Raisa muncul perdana pada 2010 dan baru memiliki dua album, namun ia telah berani mengambil langkah besar mengadakan konser tunggal dan dihadiri kisaran lima ribu penggemarnya di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Meski baru dua album, namun harus diakui bahwa Raisa sanggup mengisi keseluruhan konsernya dengan lagu-lagu karyanya sendiri, meski beberapa lagu adalah lagu orang lain yang ia suka. Kurang lebih, ada 20 lagu ia bawakan dalam konser yang berdurasi 120 menit tersebut.

Konsernya pun dihadiri oleh penyanyi-penyanyi senior seperti Krisdayanti dan Titi DJ, yang terbilang sebagai diva pop Indonesia. Pun dihadiri oleh beragam musisi dan selebriti.

Penyanyi yang lahir pada 6 Juni 1990 tersebut sukses menjadi pemeran utama dalam konsernya tersebut. Dengan caranya sendiri, ia mengajak para youRaisa untuk ikut menjadi bagian dalam kehidupan sang biduan.

Raisa tak sungkan berbagi berbagai cerita mengenai kehidupan dan kariernya, orang-orang yang telah membuatnya berdiri tegap meski grogi di atas panggung Istora. Raisa terlihat bak diva di atas panggung, namun ketika mulai bercerita, ia tak ubahnya remaja pada umumnya.

Konser yang tiketnya lebih dari 90 persen habis terjual tersebut dibagi dalam tiga segmentasi. Segmen pertama Raisa membawakan beberapa lagu yang sering diperdengarkan di radio, seperti Pemeran Utama, Serba Salah, dan Terjebak Nostalgia.

Dengan balutan dress silver metalik, Raisa tak banyak berinteraksi dengan penggemarnya. Namun setelah lagu Terjebak Nostalgia, ia mulai mengungkapkan alasannya mengapa ia tak banyak bicara.

"Saya deg-degan banget, untuk menghilangkan deg-degan ini, ayo ikutin saya," kata Raisa yang mulai memperagakan gerakan pelemasan badan supaya relaksasi dan diikuti oleh para youRaisa.

Raisa terlihat lebih tenang setelahnya, terutama setelah menyapa deretan bangku VIP yang berisi idola-idolanya dan orang-orang yang ia sayangi, meskipun Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama tak duduk memenuhi undangan Raisa yang sempat diungkapkan melalui twitter beberapa waktu yang lalu.

Segmen kedua suasana panggung yang dibuat sederhana bak panggung opera tersebut menjadi lebih sendu dengan lagu-lagu Raisa yang lebih ballads. Raisa sempat menanyakan kejutan untuknya, ia mengharapkan Brian McKnight ada menemani dirinya untuk menyanyikan One Last Cry.

Brian McKnight tak kunjung muncul, meski begitu Raisa tetap melanjutkan acara berupa berduet dengan Mike Mohede dan the Overtune. Keduanya sempat bergantian tampil duet dan kemudian tampil kembali bertiga di akhir acara.

Paruh terakhir konser terasa lebih akrab, Raisa dengan balutan baju yang lebih santai dan memungkinkan dirinya bergerak leluasa, ia kerap menanggapi hujan pernyataan cinta para pejantan youRaisa yang silih berganti bersahutan.

"Jangan asal sembarang menyatakan cinta lho," kata Raisa yang disambut tawa para penggemarnya.

Sesi bagian terakhir konser ini memang tampaknya dibuat untuk bersenang-senang. Dibuktikan dengan hujan balon dan juga beberapa bola raksasa muncul di tengah-tengah keramaian penonton. Sempat dibuat repot karena dianggap mengganggu, bola yang juga dibuang Raisa dari atas panggung itupun tak lama kemudian disingkirkan.

Lagu-lagu seperti Could It Be, LDR, Mantan Terindah, Bye-bye, dan Kilaumu ditambah dengan gaya interaktif Raisa, para youRaisa pun ikut berjoget mengikuti arahan sang penyanyi manis tersebut.

"Kalian mungkin tidak banyak yang tahu betapa saya memimpikan ini dan menunggunya, terima kasih banyak telah datang dan mendukung saya," kata Raisa sembari menahan haru yang mulai keluar dari sorotan matanya di menjelang akhir lagu pamungkas, Apalah Arti Menunggu.

"Dengan banyaknya penonton ini membuktikan Indonesia sudah dapat menempatkan musiknya menjadi tuan di rumah sendiri. Semoga teman-teman musisi lokal yang lain semakin banyak yang dapat mengadakan konser impiannya." kata Raisa yang disambut tepuk tangan meriah memenuhi Istora Senayan.

No comments:

Post a Comment